by :muslimgado.blogspot.com
Positive Mindset : You Can If You THINK You Can
You can if you think you can. Kalimat sakti yang pernah
menjadi judul buku legendaris karangan Norman Vincent Peale ini sepertinya
hendak memberikan satu pesan yang jelas : jika Anda senantiasa berpikir
positif, selalu merajut ―mentalitas bisa‖ (can do attitude), dan senantiasa membayangkan
masa depan dengan gelegak optimisme, maka percayalah, hidup Anda pada akhirnya
benar-benar akan basah kuyup dalam nirvana keberhasilan dan kebahagiaan. Dan
persis seperti itulah spirit yang dikandung oleh Law of Attraction (LOA) –
sebuah aliran keyakinan yang kini tengah digandrungi dimana-mana. Maka simaklah
petikan kalimat-kalimat berikut ini.
Rahasia besar
kehidupan adalah hukum tarik menarik. Hukum tarik menarik mengatakan bahwa
kemiripan menarik kemiripan. Ketika Anda membayangkan pikiran-pikiran, maka
pikiran-pikiran itu dikirim ke Semesta, dan secara magnetis pikiran akan
menarik semua hal yang serupa, dan lalu dikembalikan pada sumbernya, yakni
Anda. (dikutip secara bebas dari buku
The Secret karangan Rhonda Byrne).
Dengan kata
lain, jika Anda selalu membayangkan pikiran yang negatif – kecewa, gagal,
marah, selalu menyalahkan orang lain, frustasi, ragu, merasa selalu kekurangan
– maka gelombang pikiran itu akan memantul ke semesta, menarik pikiran-pikiran
negatif yang serupa, dan lalu mengirim balik secara powerful kepada sumbernya,
yakni Anda. Lingkaran kelam negativisme ini perlahan namun pasti akan membawa
kita dalam lorong gelap tak berujung. Dalam lorong gelap itulah, benih-benih
spirit optimisme, raungan keyakinan untuk mencengkram keberhasilan, dan daya
juang untuk merajut imajinasi positif, menjadi hilang tak berbekas. Hidup yang
nyata pada akhirnya akan berujung pada nyanyi
bisu keterpurukan. Itulah mengapa sebagian orang lalu memberi saran agar
kita menjaga jarak dari lingkungan yang hanya menerbarkan energi kelam
negativisme. Toh sialnya, setiap hari rasanya kita selalu disergap dengan
energi negatif ini. Di jalanan tiap pagi kita disergap kemacetan yang melentik
kita untuk segera mengeluarkan kemarahan dan umpatan menyalahkan pihak lain. Di
kantor, kita acap menatap wajah-wajah sayu yang melakoni pekerjaannya dengan
semangat yang kian sempoyongan. Di sudut lain kita juga tak jarang menemui sang complainer, yang kerjanya tiap
hari hanya mengeluh : mengeluh bos-nya tidak adil-lah, mengeluh mengapa
karirnya tak naik-naik-lah, atau mengeluh mengapa kopi yang disajikan office
boy rasanya terlalu pahit, Dan aha, ketika kita pulang ke rumah, dan sejenak
membaca berita di koran serta melihat acara talk show di televisi, duh mengapa
isinya selalu sarat dengan negative news dan gambaran pesimisme yang kelam.
Pengamat yang satu mengkritik ini, pengamat yang lain menyalahkan itu. Pengamat
yang lainnya lagi memberikan gambaran masa depan bangsa yang seolah-olah akan
jatuh dalam kegelapan abadi. (Fakta ini membuat teman saya pernah memberi saran
pada saya agar BERHENTI total untuk membaca koran dan menonton televisi.
Kenapa, tanya saya. Jawabnya lugas : berita
dan komentar-komentar kelam yang muncul di televisi dan koran hanya akan
membunuh imajinasi dan harapan Anda tentang masa depan yang lebih baik !!).
Begitulah. Ketika segenap partikel udara telah dipenuhi dengan energi negative,
dan ketika berderet narasi tentang masa depan yang muram selalu menari
dihadapan kita, maka apa yang sesungguhnya mesti kita lakukan? Kita tentu tak
boleh membiarkan diri kita larut didalamnya, sebab itu artinya hanya akan
membuat kita terpelanting dalam kubangan nasib yang penuh ratapan dan sembilu
kepedihan yang tak berujung. ―Anda tak
dapat menolong dunia dengan berfokus pada hal-hal negatif. Ketika Anda berfokus
pada peristiwa-peristiwa negatif, maka Anda bukan saja menambahnya, namun juga
mendatangkan lebih banyak hal negatif ke dalam hidup Anda sendiri,‖
demikian untuk mengutip kembali ungkapan Rhonda Byrne.

Jadi bagaimana
dong? Saya akan mencoba mengeksplorasi butiran-butiran jawabannya dalam tulisan
seri berikutnya (Anda bisa membacanya di bagian berikut). Untuk sementara,
silakan kembali mereguk kopi hangat yang sudah ada di meja Anda. Seruputlah
kopi itu pelan-pelan, sambil berbisik dalam hati : life is good….yeah, life is good.
Positive Mindset : Jalan
Terjal Menuju Nirvana Kebahagiaan Dalam tulisan bagian pertama sebelumnya, kita telah membahas
mengenai prinsip Law of Attraction (Hukum Tarik Menarik). Ide dasar dari pinsip
ini adalah apa yang Anda pikirkan akan menarik pikiran-pikiran yang serupa dan
kemudian memantulkannya kembali pada Anda. Pikiran yang sedang Anda bayangkan saat ini sedang menciptakan
kehidupan masa depan Anda, demikian tulis Rhonda Byrne. Apa yang paling Anda pikirkan atau fokuskan
akan muncul sebagai hidup Anda. Pikiran Anda akan menjadi sesuatu. Demikianlah,
jika yang mendominasi bayangan dan pikiran kita adalah hal-hal yang negatif –
kecewa, gagal, marah, selalu menyalahkan orang lain, frustasi, ragu, merasa
selalu kekurangan – maka gelombang pikiran itu akan memantul ke semesta,
menarik pikiran-pikiran negatif yang serupa, dan lalu mengirim balik kepada
Anda. Lingkaran kelam negativisme ini perlahan namun pasti akan membuat kita terpelanting
dalam kisah hidup yang penuh kepiluan.
Sebaliknya,
jika pikiran kita dipenuhi dengan visualisasi yang sarat dengan energi positif
– tentang semangat hidup, tentang keyakinan untuk merengkuh sejumput
keberhasilan, tentang kelimpah-ruahan, tentang kegairahan optimisme yang
meluap, tentang ucapan syukur yang tak pernah berhenti mengalir – maka jejak
kehidupan pasti akan membawa kita lebur dalam nirvana kebahagiaan yang hakiki. Muslimgado.blogspot.comBlog tentang
Motivasi, Tips Blogging dan Internet Marketing 8 Karena itulah, para
pakar motivasi senantiasa menganjurkan kita untuk selalu merawat otak dan
pikiran kita agar selalu berada pada ranah yang positif. Visualisasi dan luapan
energi yang positif, dengan kata lain, perlu terus digodok dan diinjeksikan
kedalam segenap sel saraf otak kita. Sebab dengan itulah, sketsa indah tentang
keberhasilan dan kebahagiaan bisa mulai dilukiskan dengan penuh kesempurnaan.
Sesungguhnya, ide tentang korelasi antara spirit hidup yang positif dengan
level keberhasilan individu pernah dielaborasi secara ekstensif oleh para
akademisi jauh sebelum buku Law of
Attraction yang menggemparkan itu terbit.
Seligman
adalah salah satu tokohnya. Tokoh yang acap disebut sebagai Bapak Psikologi
Positif ini, melalui bukunya yang bertajuk Learned Optimism telah memberikan elaborasi yang solid tentang
betapa spirit optimisme dan pola pikir positif amat berpengaruh terhadap
keberhasilan hidup. Pertanyaannya sekarang adalah : bagaimana caranya agar
perjalanan hidup kita selalu diselimuti oleh energi positif dan spirit
optimisme yang menghentak serta terus mengalir. Salah satu cara yang populer
adalah melalui teknik visualisasi positif (akan diulas dalam tulisan
berikutnya). Cara lain yang praktis mungkin adalah ini : tenggelamkan diri Anda
dalam lingkaran pergaulan atau komunitas yang memiliki visi hidup positif. Muslimgado.blogspot.comBlog tentang
Motivasi, Tips Blogging dan Internet Marketing 9 Mungkin kita bisa
memulainya dari lingkungan terdekat, keluarga. Siramilah segenap interaksi dalam
keluarga kita dengan energi positif, rajutlah komunikasi yang produktif dengan
pasangan hidup kita (dan bukan membanjirinya dengan aneka keluhan seperti :
Aduh Mama, kenapa lauknya asin banget? Atau : Mama gimana sih, kok celana dalam
saya ndak ada yang kering?). Lalu, limpahilah jua anak-anak kita dengan pujian
dan apreasiasi (dan bukan dengan rentetan kalimat negatif seperti : kenapa
rapormu jelek, kenapa nilai matematika si Andi lebih baik dari kamu, dst).
Lalu, bangun pula persahabatan dengan insan-insan yang selalu mampu menebarkan
nyala kegigihan dalam setiap jejak langkahnya. Tebarkan interaksi dengan mereka
yang selalu bisa memekarkan keyakinan untuk merengkuh keberhasilan; dan bukan
dengan pribadi yang hanya bisa meletupkan energi negatif. Dan bentangkan sayap
pergaulan kita dengan mereka yang selalu melihat masalah sebagai sebuah
tantangan yang pasti bisa dituntaskan – dan tidak dengan orang-orang yang hanya
menabur komplain, saling-menyalahkan dan mengeluarkan sembilu keluhan tanpa
ujung.
Pada sisi
lain, mungkin ada baiknya juga jika kita melimpahi hidup dengan bacaan dan
pengetahuan yang inspiratif, menyegarkan serta mampu membawa pencerahan. Muslimgado.blogspot.comBlog tentang
Motivasi, Tips Blogging dan Internet Marketing 10 Bacaan itu bisa kita
gali dari buku-buku, majalah atau blog-blog bermutu. Pengetahun yang inspiratif
ini barangkali dapat menopang dan membantu kita dalam merajut etos hidup yang
dilimpahi oleh energi positif. Pada akhirnya mesti dikatakan bahwa jalan menuju
nirvana kebahagiaan sungguh merupakan jalan yang terjal nan berliku. Namun
selalu hadapilah jalan yang panjang itu dengan sikap hidup positif, dengan
spirit optimisme, dengan keyakinan yang menggumpal, dan dengan limpahan rasa
syukur yang mengalir tanpa henti. Juga dengan lantunan doa yang khusyu’ tanpa
henti pada Sang Ilahi. Percayalah, seribu malaikat pasti akan selalu mendengar
doa yang Anda bisikkan siang dan malam itu…….. Muslimgado.blogspot.comBlog tentang Motivasi, Tips Blogging dan
Internet Marketing 11 Positive
Mindset dalam Empat Level Gelombang Otak
Dalam tulisan
mengenai Law of Attaction (Hukum Tarik Menarik) — yang telah Anda baca dalam
bagian sebelumnya — kita telah membahas mengenai betapa sesungguhnya pola pikir
dan rajutan imajinasi kita memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sejarah
masa depan hidup kita. Itulah mengapa kaum bijak bestari memberi petuah agar
kita bisa selalu melentikkan api optimisme dalam diri kita dan juga mampu
merawat pola pikir positif. Positif melihat masa depan kita, positif melihat
segenap tantangan yang menghadang, dan positif dalam berpikir serta
berimajinasi. Soalnya kemudian adalah : menginjeksikan daya positif ke dalam
sel-sel otak kita ternyata tak semudah membikin indomie rebus. Acap ketika
dihadapkan pada tantangan yang membuncah atau kerumitan masalah yang
menghadang, pikiran kita langsung goyah dan berpikir : ―ah, saya memang tidak
mampu melakukannya…..saya mungkin tidak bisa meraih impian yang saya
cita-citakan…..yah, memang ini suratan nasib saya…….(Duh!)‖.
Jadi bagaimana
dong? Apa yang mesti dilakoni agar mentalitas positif dan spirit keyakinan itu
tak langsung layu ketika badai tantangan datang menghadang? Apa yang mesti
diziarahi agar virus positif itu terus menancap dalam serat otak kita bahkan
ketika lautan masalah terus menggelora, menghantam biduk perjalanan kita?, para
ahli saraf (neurolog) telah menemukan jawabannya. Dan jawabannya terletak pada
empat level gelombang otak kita. Melalui serangkaian eksperimen dan alat ukur
yang bernama EEG (Electro EncephaloGram), mereka menemukan ternyata terdapat
empat level getaran dalam otak kita. Mari kita simak bersama empat gelombang
kesadaran itu. Beta (14 – 100 Hz). Dalam
frekuensi ini kita tengah berada pada kondisi aktif terjaga, sadar penuh dan
didominasi oleh logika. Inilah kondisi normal yang kita alami sehari-hari
ketika sedang terjaga (tidak tidur). Kita berada pada frekuensi ini ketika kita
bekerja, berkonsentrasi, berbicara, berpikir tentang masalah yang kita hadapi,
dll. Dalam frekuensi ini kerja otak cenderung memantik munculnya rasa cemas,
khawatir, stress, dan marah. Gambar gelombang otak kita dalam kondisi beta
adalah seperti dibawah ini.
Alpha (8 – 13.9 Hz). Ketika otak kita berada
dalam getaran frekuensi ini, kita akan berada pada posisi khusyuk, relaks,
meditatif, nyaman dan ikhlas. Dalam frekuensi ini kerja otak mampu menyebabkan
kita merasa nyaman, tenang, dan bahagia. Berikut gambar gelombang alpha. Muslimgado.blogspot.comBlog tentang
Motivasi, Tips Blogging dan Internet Marketing 13 Theta (4 – 7.9 Hz). Dalam frekuensi
yang rendah ini, seseorang akan berada pada kondisi sangat khusyu’, keheningan
yang mendalam, deep-meditation, dan ―mampu mendengar‖ nurani bawah sadar.
Inilah kondisi yang mungkin diraih oleh para ulama dan biksu ketika mereka
melantunkan doa ditengah keheningan malam pada Sang Ilahi. Berikut gambar
gelombang otak kita ketika berada dalam kondisi theta.
Delta (0,1 – 3,9 Hz). Frekuensi terendah ini
terdeteksi ketika orang tengah tertidur pulas tanpa mimpi. Dalam frekuensi ini
otak memproduksi human growth hormone yang baik bagi kesehatan kita. Bila
seseorang tidur dalam keadaan delta yang stabil, kualitas tidurnya sangat tinggi.
Meski tertidur hanya sebentar, ia akan bangun dengan tubuh tetap merasa segar.
Nah,
penyelidikan menunjukkan bahwa proses penumbuhan keyakinan positif dalam
pikiran kita akan berlangsung dengan optimal jika otak kita tengah berada pada
kondisi Alpha (atau juga kondisi Theta). Dalam frekuensi inilah, kita bisa
menginjeksikan energi positif dalam setiap jejak sel saraf kita secara mulus.
Apabila kita merajut keyakinan positif dan visualisasi keberhasilan dalam
kondisi alpha, maka rajutan itu benar-benar akan menembus alam bawah sadar
kita. Pada gilirannya, hal ini akan memberikan pengaruh yang amat dahsyat pada
pola perilaku kita ketika berproses menuju puncak keberhasilan yang diimpikan. Muslimgado.blogspot.comBlog tentang
Motivasi, Tips Blogging dan Internet Marketing 14 Pertanyaannya sekarang
adalah : bagaimana caranya agar kita bisa berada kondisi alpha? Bagi Anda yang
muslim, ada satu langkah yang mujarab : sholat tahajud di tengah keheningan
malam (Jika Anda beragama Kristen, mungkin medianya adalah dengan melakukan
―retreat‖). Begitulah, para kaum bijak bestari berkisah, dalam momen-momen
kontemplatif ketika bersujud dihadapan Sang Ilahi, selalu ada perasaan
keheningan yang menggetarkan, perasaan khusyu’ yang sungguh menghanyutkan. Saya
berpikir perasaan ini muncul karena
saat itu kondisi otak kita sedang berada pada gelombang alpha. Dan
percayalah, dalam momen itu, kita dengan mudah bisa memasukkan energi positif
dan spirit keyakinan dalam segenap pikiran kita. Dalam momen inilah, dalam
hamparan kepasrahan total pada Sang Pencipta dan rasa syukur yang terus
mengalir, kita bisa merajut butir-butir keyakinan positif itu dalam segenap
raga kita. Dalam segenap jiwa dan batin kita. Maka mulai malam in, ditengah
kesunyian malam, bentangkanlah sajadah disudut rumah kita, basuhkan air wudhu,
dan tegakkan sholat tahajud dengan penuh keikhlasan. Lalu, ditengah keheningan
yang menentramkan, lantunkanlah harapan positif dan doa-doa itu dengan penuh
keyakinan……Mudah-mudahan kita semua bisa melangkah menuju pintu keberhasilan
dan kebahagiaan. Disini dan “Disana”. Self Affirmation dan Positive Visualization :
What You Think is What You Get
Mindset.
Belief. Pola pikir. Ini adalah serangkaian elemen yang ternyata begitu krusial
dalam menentukan nasib kita dalam bentangan sejarah kehidupan.
Mindset yang
positif sembari terus terus yakin bahwa masa depan hidup akan lebih cemerlang;
mungkin bisa jadi bekal berharga untuk benar-benar merajut lukisan hidup yang
cemerlang.
Sebaliknya,
mindset yang muram, yang acap mengeluh pada keadaan, yang kadang merasa
frustasi dengan situasi yang kian menekan, yang tak jarang jatuh dalam rasa iri
dan ketidak-berdayaan; mungkin justru akan benar-benar mendorong kita dalam
lorong kelam yang tak berujung.
Di pagi yang
mendung ini, kita mau menjelajah jagat itu : tentang bagaimana kita bisa
menyelinap dalam jalan kecemerlangan, dan bukan terpelanting dalam sejarah
hidup yang sarat kesenduan.
Pada akhirnya,
semesta ini hanya memantulkan apa yang Anda pikirkan dan rasakan. Ingatlah
selalu hukum resonansi dan gaya tarik menarik (law of attraction ) : Anda
berprasangka positif akan hidupmu, maka Kekuatan Semesta akan mengirim balik
energi positif yang dahsyat itu dalam kehidupan anda yang real. Anda
berprasangka negatif akan nasib hidupmu, maka Invisible Hand akan benar-benar
mengirim balik rentetan ketidakberuntungan dalam sejarah hidupmu. Muslimgado.blogspot.comBlog tentang
Motivasi, Tips Blogging dan Internet Marketing 16 (Jadi tidak ada yang
namanya ―luck‖, dan tidak pernah ada yang kebetulan di dunia ini. Semuanya
telah dan terus dirancang dalam prasangka yang ada dalam mindset Anda. Yang
dianggap luck itu murni
benar-benar hanya hasil dari pola pikir dan mindset Anda selama ini).
Dilatari oleh
bentangan hukum resonansi, saya mau menghadirkan dua teknik praktikal yang
mungkin bisa dipraktekkan untuk melukis jalan kecemerlangan.
Teknik # 1 : Self
Affirmation. Ini adalah teknik untuk penguatan keyakinan, tentang cara untuk
menginjeksikan mindset dan keyakinan positif dalam sekujur ragamu. Tentang
repetisi kalimat untuk membuat dirimu sendiri benar-benar yakin bahwa masa
depan yang Anda imajinasikan akan menjelma menjadi kenyataan.
Contoh
sederhana : jika misalkan Anda punya cita-cita membangun bisnis yang sukses,
maka afirmasi itu mungkin bisa berupa kalimat : Insya Allah saya akan menjadi pebisnis sukses dengan profit yang terus
tumbuh. Atau contoh lain, jika Anda ingin menjadi sales manager hebat,
maka afirmasinya bisa seperti ini : saya
yakin suatu saat saya akan menjadi best sales manager di perusahaan ini.
Kalimat-kalimat
diatas adalah self affirmation; dan akan lebih ampuh jika diucapkan dalam hati
secara periodik (regular self talk ).
Rasakan aura kekuatan kalimat itu di waktu senggang Anda : saat sedang
menunggu, saat sedang mau tidur, atau saat sedang merenung di pagi hari. Muslimgado.blogspot.comBlog tentang
Motivasi, Tips Blogging dan Internet Marketing 17 Teknik # 2 : Self Visualization. Ini
adalah teknik tentang membayangkan kalimat yang Anda afirmasikan itu dalam
gambaran visual yang nyata. Tentang cara melakukan visualisasi atas gambaran
hidup yang hendak Anda rancang.
Begitulah,
kala afirmasi itu adalah impian membangun bisnis yang profitabel, maka
visualisasi yang Anda pikirkan bisa berujud seperti ini : tentang produk bisnis
Anda yang kian terkenal, cabang bisnis Anda yang ada di 10 kota besar Indonesa,
tentang wajah-wajah pelanggan produk Anda yang puas, atau juga tentang gambaran
strategi pemasaran yang sukses dan menghasilkan ledakan penjualan.
Jika
afirmasinya adalah tentang menjadi best sales manager, maka visualisasi yang
muncul dalam pikiran Anda bisa seperti ini : tentang wajah-wajah sales team
Anda yang antusias, tentang sales presentation Anda yang amat memukau dan mampu
meyakinkan calon klien, atau juga tentang saat-saat Anda dengan bangga menerima
Sales Award dari perusahaan tempat Anda bekerja.
Visualisasi
adalah kombinasi antara imajinasi positif dan juga rencana detil yang berjalan
dengan penuh keindahan. Sejumlah penelitian empirik menunjukkan, visualisasi
yang detil atas apa yang Anda ingin kerjakan dan raih, memberikan dampak
signifikan bagi kinerja real Anda.
Visualisasi
positif melatih sel-sel otak kita untuk benar-benar bergerak sesuai dengan
harapan yang kita inginkan. Pelan-pelan, proses ini benar-benar akan mendorong
raga dan tubuh fisik Anda untuk bergerak persis seperti yang Anda visualkan. Muslimgado.blogspot.comBlog tentang
Motivasi, Tips Blogging dan Internet Marketing 18 What You Think is What
You Get. Teknik self affirmation dan self visualization akan menjadi alat bantu
untuk membuat apa yang Anda pikirkan itu benar-benar menjadi kenyataan.
Visualize Your Dreams. Realize Your Imagination. Muslimgado.blogspot.comBlog tentang Motivasi, Tips Blogging dan
Internet Marketing 19 Willpower Trap : Sepotong
Ilusi tentang Kekuatan Motivasi
Ketika kita
menemui orang yang tidak mau terlibat dalam proses perubahan di organisasinya,
kita menyebut orang itu resisten. Ketika kita menjumpai orang yang
malas-malasan dalam bekerja, kita menyebut orang itu tidak punya ketangguhan
motivasi. Dan ketika kita bersua dengan orang yang kurang tekun meraih
aspirasinya, kita menyebutnya sebagai orang yang tidak punya kemauan kuat untuk
sukses.
Pak Mamat itu
mah orangnya resisten, ndak mau berubah. Kalau Mas Dodo itu memang ndak punya
motivasi untuk bekerja. Wah, kalau mbak Siti memang dari dulu ndak punya
kemauan tinggi untuk berhasil. Ah, betapa seringnya kita menjumpai ucapan
seperti itu. Dan harap sodara-sodara ketahui : semua ucapan itu wrong, wrong
and wrong. Semua kalimat itu adalah sejenis kutukan yang akan membawa kita
jatuh dalam willpower trap. Willpower trap adalah sejenis jebakan
yang akan membawa kita untuk segera menuding kekuatan willpower (kemauan atau
motivasai diri) sebagai biang keladi ketika kita menjumpai ketidakberhasilan
seseorang.
Kenapa banyak
orang tidak rajin berolahraga. Yah, karena banyak orang yang malas, dan ndak
punya motivasi. Kenapa banyak orang mengerjakan tugas kantor selalu pas di
ujung deadline. Yah, karena banyak orang yang tidak punya disiplin diri
mengatur waktu. Muslimgado.blogspot.comBlog
tentang Motivasi, Tips Blogging dan Internet Marketing 20 Atau dua amsal
lain : kenapa banyak orang yang berkeinginan memiliki usaha sendiri, namun
banyak pula yang tidak mulai-mulai. Yah, karena mereka semua penakut dan tidak
punya kemauan kuat untuk jadi pengusaha. Atau contoh ini : kenapa banyak umat
Muslim yang tidak pernah shalat Subuh berjemaaah di mesjid. Yah, karena mereka
semua males-males. Semua contoh diatas adalah tanda kita terpelanting dalam
willpower trap : atau sikap yang menjadikan kemauan diri (willpower) sebagai
biang keladi. Akibat asumsi yang keliru ini, kita kemudian meracik jurus solusi
yang juga jadi ―lucu‖.
Begitulah,
karena menganggap karyawan kita kurang motivasi lalu kita mengundang ahli
motivasi : yang dengan gagah menjelaskan bahwa kerja itu bukan sekedar tindakan
fisik dan mencari uang belaka (jadi kalau begitu untuk cari apa dong). Dan
bahwa kerja itu bagian dari ibadah yang mesti kita tekuni dengan penuh dedikasi
(aih, aih, betapa manisnya kalimat ini. Problemnya, minggu depan para karyawan
itu kembali ke mode tulalit). Atau untuk mendorong banyak orang jadi
entrepreneur, lantas ramai-ramai muncul seminar dengan tema seperti itu
(harapannya dengan itu banyak orang terdorong jadi saudagar). Atau untuk membuat
orang berbondong-bondong shalat Subuh di mesjid, kita hadirkan ustadz-ustadz
keren di layar televisi (yang mengabarkan kemuliaan shalat berjemaah di
mesjid). Problemnya : semua solusi itu keliru karena tergelincir dalam
willpower trap tadi. Keliru karena berangkat dari asumsi yang Muslimgado.blogspot.comBlog tentang
Motivasi, Tips Blogging dan Internet Marketing 21 juga keliru : yakni
bahwa penyebab kenapa perilaku orang tidak optimal adalah karena kemauannya
yang kurang.
Padahal
riset-riset tentang human behavior menyebut satu elemen yang jauh lebih
powerful dalam menentukan perilaku seseorang. Elemen itu adalah KONTEKS. Atau situasi di sekeliling kita. Atau
lingkungan dan separangkat infrastruktur yang mengitari kehidupan kita.
Konteks itu
bisa berujud macam-macam : bisa berupa sistem reward and punishment yang jelas,
bisa berujud fasilitas gym di dalam kantor, bisa berupa program mentoring
entrepreneur baru, bisa berupa hadirnya mesjid di depan rumah kita, dan beragam
contoh lainnya. Intinya konteks adalah seperangkat situasi dan infrastruktur
yang ada di sekeliling kita; yang amat berperan dalam menentukan perilaku kita.
Begitulah misalnya, ratusan riset menunjukkan hadirnya sistem reward dan
punishment yang tegas membuat level motivasi karyawan naik 5 kali lipat lebih
tinggi (dan ini tanpa perlu pakar motivasi yang hanya bisa blah-blah itu).
Studi juga menujukkan fasilitas Gym di lingkungan kantor membuat karyawan lebih
rajin tiga kali lipat untuk berolahraga. Program mentoring untuk menciptakan
calon wirausaha baru juga jauh lebih efektif untuk membangun barisan
entrepreneur unggul (dibanding ratusan seminar). Muslimgado.blogspot.comBlog tentang Motivasi, Tips Blogging dan
Internet Marketing 22 Dan aha, bangunan mesjid di dekat rumah, ternyata
cenderung membuat penghuni rumah itu rajin datang ke mesjid (meski tidak
semuanya juga sih).
Semua
ilustrasi diatas adalah contoh kekuatan konteks. Hadirnya konteks (berupa
sistem atau lingkungan infrastruktur) ini memberikan dorongan powerful untuk
mengubah perilaku seseorang. Dan sebaliknya, tanpa kehadiran konteks yang pas,
banyak orang tidak terdorong untuk mengubah perilaku ke arah yang diiinginkan.
Dengan kata lain, banyak orang yang tidak melakukan perilaku yang diharapkan,
bukan karena orang itu malas, tidak punya motivasi atau kurang punya kemauan.
Study after study menunjukkan, sebabnya lebih dikarenakan tiadanya konteks yang
pas. Atau tidak hadirnya dukungan sistem dan lingkungan infrastruktur yang
mampu mengubah perilakunya.
Demikianlah,
kelak ketika Anda merasa kurang berhasil menjalani impian hidup Anda
(berolahraga secara teratur, rajin shalat Subuh di mesjid, lebih tekun dalam
bekerja, lebih gigih dalam meraih cita-cita menjadi wirausaha sukses), jangan
segera menganggap diri Anda malas, dan menyesali diri sendiri. Problemnya
mungkin konteks di sekeliling Anda yang kurang pas. Dan karena itu, perlu
segera direkayasa agar lebih pas dengan tujuan hidup Anda. Bahasa kerennya : context reengineering. Muslimgado.blogspot.comBlog tentang
Motivasi, Tips Blogging dan Internet Marketing 23 Lalu, apa saja
rekayasa konteks yang perlu dilakukan? Nah yang ini baru akan dibahas
kapan-kapan. Sekarang saatnya kembali bekerja. Muslimgado.blogspot.comBlog tentang Motivasi, Tips Blogging dan
Internet Marketing 24 Kenapa
Lulusan SMP Bisa Lebih Kaya dan Lebih Makmur dibanding Lulusan S1 dan S2?
Mungkin
sebagian besar dari Anda sudah tidak asing lagi dengan kisah dari seseorang
yang hanya berpendidikan SD atau SMP, tapi telah lebih sukses dari kebanyakan
orang yang mungkin memiliki tingkat pendidikan yang jauh lebih tinggi.
Beberapa di
antaranya yang pertama, yakni seorang anak ndeso lulusan SMP bernama Darmanto,
yang kini jadi national internet expert dan berkantor dari rumahnya di desa
Kranggil, Pemalang. Dan seoarang lain bernama Afidz, lulusan SMP yang sekarang
jadi juragan soto Lamongan dan bertekad segera mengumrohkan orang tuanya ke
tanah suci. Silakan Anda Googling tentang cerita mereka, barangkali bisa
menginspirasi.
Di sisi lain,
kita acap melihat anak muda lulusan S1 bahkan S2 yang masih menganggur. Atau
juga sudah bekerja namun dengan penghasilan pas-pasan. Bulan masih tanggal 9,
gaji sudah habis. Pening deh kepala. Pertanyaannya : kenapa bisa begitu? Kenapa
anak lulusan SMP bisa lebih makmur dibanding lulusan S2? Sajian pagi ini akan
menelisiknya dengan gurih dan merenyahkan. Memang tak jarang kita melihat
pemandangan yang paradoksal seperti itu : saat orang-orang yang hanya lulusan
SMP bisa begitu sukses, sementara ribuan sarjana S1 dan bahkan S2 terpuruk
dalam duka dan kepahitan yang mengigil. Kenapa bisa begitu? Muslimgado.blogspot.comBlog tentang
Motivasi, Tips Blogging dan Internet Marketing 25 Ada setidaknya tiga
elemen kunci yang barangkali bisa menjelaskan ironi getir semacam itu. Faktor # 1 : The Power of Kepepet.
Mungkin orang-orang lulusan SMP itu bisa sangat sukses karena faktor kepepet.
Justru karena kepepet, mereka sukses. Justru karena kepepet, mereka dipaksa
melakukan something yang membuat mereka bisa melenting. Sederhana saja, ijasah
mereka hanyalah lulusan SMP. Dengan ijasah SMP, perkerjaan bagus apa yang bisa
diharapkan? Tak ada pilihan lain : jika mereka ingin mengubah nasib lebih
makmur, pilihannya adalah melakukannya dengan jalan merintis usaha sendiri.
Mereka dipepet
oleh keadaan : mau hidup miskin selamanya (karena sulit dapat kerja dengan
hanya mengandalkan ijasah SMP) atau nekad membangun usaha sendiri yang
berpotensi sukses besar. Orang dengan ijasah S1 dan S2 mungkin tidak punya
faktor kepepet seperti itu : ah, santai saja toh nanti saya pasti dapat
pekerjaan. Dan begitu sudah dapat pekerjaan (meski dengan gaji seadanya), tetap
tidak ada ―faktor yang me-mepet‖ dirinya : ah meski gaji segini kan saya bisa
tetap hidup oke. Pelan-pelan, perasaan semacam itu membuatnya masuk zona nyaman
(comfort zone). Dan persis disitu, faktor kepepet menjadi mati. Muslimgado.blogspot.comBlog tentang
Motivasi, Tips Blogging dan Internet Marketing 26 Padahal seperti yang
kita lihat, faktor kepepet justru yang bisa memaksa orang – bahkan lulusan SMP
sekalipun – untuk melakukan something extraordinary. Kepepet karena tidak
banyak pilihan mungkin bukan kutukan. Ia justru berkah terselubung yang bisa
membuat orang menapak jalan kesuksesan.
Faktor # 2 : The Darkness of
Gengsi. Orang-orang lulusan SMP mungkin tidak lagi punya gengsi. Lhah cuman
lulusan SMP, apa lagi yang mau dipamerkan. Namun justru karena itu mereka tidak
merasa rikuh untuk memulai usaha dari bawah sebawah-bawahnya : mulai dari
pemulung misalnya, sebelum pelan-pelan merangkak menjadi juragan barang bekas.
Dan kisah orang sukses lulusan SMP banyak bermula dari jalur marginal seperti
itu : mulai dari jualan gerobak bakso keliling di jalanan yang berdebu hingga
punya 70 cabang. Mulai dari kuli keceh sablon hingga punya pabrik kaos sendiri.
Lulusan S2 dan S2 mungkin tidak punya keberanian seperti itu. Lhah saya kan
lulusan S2, masak suruh dorong gerobak soto lamongan. Lhah, masak saya harus
keliling ke pasar-pasar jualan kaos, kan saya sudah sekolah S1 susah-susah,
bayarnya mahal lagi. Apa kata dunia?? (Dunia ndasmu le). Dan persis mentalitas
gengsi seperti itu yang barangkali membuat banyak lulusan S1 dan S2 menjadi
yah, gitu-gitu deh nasib hidupnya. Muslimgado.blogspot.comBlog
tentang Motivasi, Tips Blogging dan Internet Marketing 27 Orang lulusan
SMP tidak punya mentalitas gengsi seperti itu. Mereka mau berkeringat di
jalanan yang panas dan berdebu, demi merintis impiannya menjadi juragan yang
makmur dan kaya.
Faktor # 3 : The Magic of
Street Smart. Orang-orang lulusan SMP yang tak punya kemewahan berupa ijasah
perguruan tinggi itu, mungkin dipaksa belajar dari kerasnya kehidupan di
jalanan. Dari kerja keras mereka di jalanan yang panas dan berdebu dan penuh
lika liku. Dan dari kerja keras di jalanan yang berdebu itu mungkin anak
lulusan SMP tadi justru bisa mengenal ―ilmu street smart‖ – kecerdasan jalanan
yang tak akan pernah bisa diperoleh oleh para lulusan S1 dan bahkan S2 dari
ruang kuliah yang acap ―berjarak dengan realitas‖. Street smart yang mereka
dapatkan dari jalanan itu pelan-pelan kemudian bisa membuat mereka benar-benar
lebih cerdas dibanding lulusan S1 dan bahkan S1; meski cuma lulusan SMP. Anak
lulusan SMP yang langsung berjualan gerobak soto Lamongan mungkin bisa lebih
cerdas tentang ―ilmu pemasaran dan manajemen pelayanan pelanggan‖ dibanding
anak-anak lulusan S1 yang sok belajar teori tentang customer service atau
branding strategy (sic!). Street smart barangkali yang ikut menjelmakan
orang-orang lulusan SMP untuk merajut jalan hidup sukses yang penuh kemakmuran.
Muslimgado.blogspot.comBlog tentang
Motivasi, Tips Blogging dan Internet Marketing 28 Demikianlah, tiga
elemen kunci yang boleh jadi merupakan pemicu kenapa lulusan SMP bisa lebih
kaya dibanding lulusan S1 dan S2 : the
power of kepepet, the darkness of gengsi dan the magic of street smart. Bagi
Anda yang lulusan S1 atau S2, dan merasa kalah sukses dibanding anak lulusan
SMP; renungkan dengan cermat esensi tulisan kali ini. Selamat bekerja, kawan. Redefine your future life. Renovate your future destiny! Muslimgado.blogspot.comBlog
tentang Motivasi, Tips Blogging dan Internet Marketing 29 Hasil Survei : Hanya 30 % Orang yang Berhasil
Mengubah Nasibnya Lumrah jika banyak orang berkeinginan mengubah
nasibnya : setidaknya dari yang penghasilannya pas-pasan naik kelas ke golongan
penghasilan menengah (midle income), atau syukur-syukur ke kelas menengah atas
(high income class). Namun survey yang dilakukan oleh sebuah lembaga terkemuka
bernama Pew Institute, menunjukkan fakta yang layak dicermati : hanya 30 %
orang yang berhasil mengubah nasibnya ke arah yang lebih sejahtera. 70 %
lainnya gagal, dan tetap termehek-mehek tertahan di golongan pendapatan rendah
alias hanya pas-pasan untuk hidup. Dari 30% yang berhasil itu, sejumlah 4%
sukses melompat dari kelas low income ke kelas milioner (dari bisa beli Honda
Vario menjadi bisa beli BMW). Dan 26% sukses melompat ke kelas pendapatan
menengah (bisa beli Toyota Avanza). Survey itu dilakukan terhadap ratusan ribu
responden dan kemudian perjalanan hidup responden itu dilacak selama 30 tahun.
Melalui data pendapatan, perjalanan hidup dari ratusan ribu responden itu
dilacak, untuk mengetahui apakah mereka benar-benar bisa mengubah nasibnya dan
naik kelas atau stagnan – going nowhere. Survey itu memang dilakukan terhadap
penduduk di Amerika Serikat. Namun saya menduga, hasil statistiknya akan mirip
jika dilakukan di negara-negara lain, termasuk di Indonesia. Muslimgado.blogspot.comBlog tentang
Motivasi, Tips Blogging dan Internet Marketing 30 Sekali lagi : 4 % bisa
naik kelas ke kelas BMW. 26% bisa naik kelas ke kelas Avanza. Dan 70% tidak
berhasil naik kelas : selama hidupnya tetap naik sepeda motor roda dua dan
sesekali, angkot. Apa yang bisa kita baca dari hasil survei yang berlangsung
ekstensif itu? Ada dua poin kunci pembelajaran yang layak di-stabilo disini. Poin #1 : 30% is Fair and Challenging.
Angka temuan dari survei itu saya kira merupakan ―angka yang fair and
challenging‖. Artinya : 30% adalah angka peluang keberhasilan yang pas : tidak
mudah dicapai, namun juga bukan hal yang mustahil diraih. Jadi jika saya
dibilang : hei Yodhia, kalau kamu mau mengubah nasib jadi orang makmur,
kemungkinan kamu berhasil adalah 30%; maka saya akan menganggap angka
probabilitas ini sebagai ―angka yang pas dan challenging‖. Saya tidak mau
terlalu fokus pada angka 70% yang gagal (ini cara pandang kaum pesimis). Saya
lebih suka melihat bahwa kemungkinan saya berhasil adalah 30% (see, orang
optimis lebih suka melihat peluang keberhasilan).
Dan orang yang
punya positive mindset bahkan akan melihat begini : oh ternyata peluang menjadi
milioner 4% ya, relatif tinggi juga peluang keberhasilannya (dulu mungkin kita
menduga hanya 0,1 atau 0,5 % peluang keberhasilannya). Artinya dari 1000 orang
yang berjuang menjadi kaya raya seperti Sahabat Nabi, Abu Bakar ash Sidiq atau
Ustman bin Affan Muslimgado.blogspot.comBlog
tentang Motivasi, Tips Blogging dan Internet Marketing 31 itu, ada 40
yang berhasil. (Abu Bakar dan Usman adalah milioner besar pada jamannya. Sudah
kaya raya, dijamin masuk surga :) ). Orang optimis akan bilang : wah banyak
juga ya, 40 orang. Orang pesimis : ah kecil banget, HANYA 40 orang yang
berhasil. Tergantung Anda mau pilih cara pandang yang mana. Poin # 2 : Changing Your Destiniy is Not an
Easy Task. Meski peluang keberhasilannya 30%, mengubah nasib ke arah
yang lebih baik tetap bukan perjalanan yang mudah. Ada banyak keringat yang
harus diperas dan menetes. Juga doa dan ikhtiar tanpa lelah. Serta mungkin
tangis keletihan yang tak kunjung usai. Jangan kuatir. Sebab buku yang sedang
Anda baca ini juga penuh berisikan kiat-kiat untuk mengubah nasib. Jika Anda
tekun membaca semua isi buku ini, dan kemudian MEMPRAKTEKANNYA, Insya Allah
nasib Anda akan berubah ke arah yang lebih baik. Amiin.